Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label facebook. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2012

HATI-HATI , Modus Penipuan Baru Lewat Facebook

Dengan jumlah pengguna yang telah mencapai 850 juta di seluruh dunia, Facebook memang menjadi sosial media yang paling menarik. Tak terkecuali di mata para penjahat dunia maya. Melalui Digitaltrends.com, Sabtu 14 Januari,  David Jacoby, pakar keamanan dari Kaspersky menegaskan telah menemukan modus baru penipuan di Facebook yang bertujuan untuk mencuri data kartu kredit pengguna.

Modus penipuan ini (Phising) masih menggunakan salah satu metode lama, yakni memanfaatkan kelengahan pengguna melalui fitur chatting.

Pelaku yang sudah mendapatkan akses salah satu pengguna Facebook, akan langsung menyebarkan pesan ke seluruh teman yang ada di daftar. Isinya, calon korban akan ditakut-takuti bahwa akunnya akan segera ditutup karena dianggap palsu.

Isi pesan itu juga mengajak pengguna untuk melakukan verifikasi data dengan memberikan link tertentu. Namun awas, link tersebut akan merujuk ke sebuah halaman yang mirip dengan Facebook.

Ada beberapa halaman di situs tersebut. Pertama korban akan dimintai data diri seperti nama, email, dan password di Facebook. Kemudian di halaman kedua, pengguna dimintai konfirmasi kebenaran data dengan mengisikan nomor kartu kredit, lengkap dengan tanggal kadaluarsa, angka pengaman, dan alamat tagihan.

Belum diketahui berapa jumlah korban yang berhasil tertipu, namun Facebook berjanji akan segera menyelidiki kasus ini. Tidak ada salahnya untuk lebih waspada.

Kamis, 12 Januari 2012

Google "Plus Satu" Kalahkan Tombol Berbagi Facebook

Situs jejaring sosial GOGLE+ dinilai semakin populer dibandingkan Facebook dan Twitter. Ini bisa terlihat dari jumlah penggunanya yang meningkat drastis pada akhir 2011 lalu, jumlah pengguna Google+ telah mencapai 62 juta pengguna.
Kepopuleran tersebut ditunjang oleh social plugin Google+, "+1" yang menjadi bagian dari jejaring sosial besutan Google tersebut.
Tombol social plugin merupakan alat berbagi konten yang dapat ditemui di berbagai artikel, foto, video, dan berbagai konten lain untuk digunakan pengguna berbagi informasi dengan rekan-rekan jejaring sosialnya.
Agar kontennya banyak diakses atau dibaca penggunaiInternet, pemilik konten selalu meletakkan social plugin, seperti Facebook dengan tombol "Share"-nya atau Google+ dengan tombol "+1"-nya.
Data terakhir yang dikutip dari pernyataan Darren Herman, Chief Digital Officer di Media Kitchen, yang mengurusi perwakilan perencanaan media dan periklanan, memperlihatkan bahwa Google+ meraih 45 persen, diikuti Facebook 40 persen, Twitter 15 persen, dan AddThis 15 persen, dalam hal penggunaan social plugin untuk sarana berbagi konten.

Kini, pemilik konten lebih memercayakan social plugin milik Google+ agar kontennya makin sering diakses. Dengan tombol Google "+1" juga berpotensi meningkatkan peringkat pencarian di Google. Apalagi jika akun Google+ yang dibuat merupakan situs jejaring sosial sebuah perusahaan yang menginginkan hasil pencarian di peringkat atas Google.

Kepopuleran Google+ itu mengalahkan 19 situs e-commerce lain, yaitu Best Buy, CouponCabin, Sports Authority, LL Bean, Gap, Dicks Sporting Goods, Bed Bath & Beyond, SVPPLY, DSW.com, Modells, Zappos, Old Navy, Disney, Target, Walmart, Gilt, Sears, Amazon, NewEgg, and Piperlime.

Enam bulan lalu, plugin Facebook masih sering digunakan dibandingkan lainnya. Namun, saat ini plugin "+1" di Google+ sudah melebihi kepopuleran tombol tweet di Twitter. Bahkan, kepopuleran tombol Google +1 sudah melebihi plugin lainnya, termasuk Facebook.

Minggu, 08 Januari 2012

Worm Curi 45 Ribu Password Facebook

CALIFORNIA - Banyaknya malware yang beredar dunia maya, pengguna komputer diminta bersikap lebih hati-hati. Terkini, pakar keamanan memperingatkan bahwa sebuah worm komputer telah mencuri 45 ribu login dari Facebook.

Menurut perusahaan keamanan, Seculert, data tersebut diyakini telah diambil dari sebagian besar akun Facebook di Inggris dan Prancis. Pelaku dari semua ini merupakan bagian yang terkenal dari malware, dan dijuluki Ramnit.

Ramnit telah ada sejak April 2010, dan yang juga pernah mencuri rincian perbankan.

Kegiatan worm ini berhasil diketahui di laboratorium Seculert. "Kami menduga bahwa para penyerang di belakang Ramnit mengunakan identitas yang telah dicuri untuk login ke akun korban (pengguna Facebook), sehingga bisa mengirimkan link berbahaya kepada teman-teman mereka. Dari situ semua, malware menyebar lebih jauh," ujar peneliti dalam blog perusahaannya. seperti dilansir BBC, Jumat (6/1/2011).

"Selain itu, penjahat cyber mengambil keuntungan dari fakta bahwa pengguna cenderung menggunakan password yang sama di berbagai layanan berbasis web, untuk mendapatkan akses kontrol ke jaringan," tambahnya.

Menurut Seculert, Banyaknya jejaring sosial saat ini, menawarkan keuntungan untuk hacker karena sejumlah besar data pribadi yang disimpan didalamnya. "Tampaknya hacker semakin canggih bereksperimen dengan mengganti email worm yang lama dengan worm yang lebih baru. Kekuatan virus jejaring sosial dapat dimanipulalsi untuk menyebabkan kerusakan pada individu dan lembaga jika ada di tangan yang salah."

Mesin yang terinfeksi oleh Ramnit pun jumlahnya sangat besar, dilaporkan Seculert, sebanyak 800 ribu sudah terinfeksi sejak September hingga akhir Desember 2011. Sebelumnya pada Juli 2011, sebuah laporan dari Symantec memperkirakan bahwa varian worm Ramnit menyumbang 17,1 persen dari semua infeksi software yang berbahaya.

Sebaiknya bagi pengguna Facebook yang khawatir terhadap worm, disarankan untk menjalankan software antivirus.

"Meskipun belum tentu apakah Anda diserang. Worm itu mencuri password, sehingga sudah pasti mereka tidak akan mengumumkannya sendiri," tandas Graham Cluley, senior konsultan keamanan di Sophos
detail berita

Virus Facebook Mengganas, 45.000 Akun Dibajak

Perusahaan keamanan Seculert mengumumkan bahwa lebih dari 45.000 akun Facebook sudah dibajak peretas dan dimasuki virus. Virus ini menyebar melalui link yang dikirimkan akun Facebook yang terbajak.

Seculert mengatakan, Ramnit, yang pertama kali muncul pada April 2010, kembali mengganas. Selain 45.000 akun Facebook yang terbajak, Ramnit disebut berhasil menginfeksi 800.000 mesin. Hal ini berlangsung pada September hingga Desember 2011.
Microsoft menyebut Ramnit sebagai program jahat multikomponen yang menginfeksi file executable Windows, dokumen Microsoft Office, dan file HTML. Tujuannya adalah mencuri informasi sensitif.
Seculert curiga, pihak tak bertanggung jawab di balik Ramnit menggunakan data curian untuk masuk ke akun Facebook korban dan mengirimkan link berbahaya ke teman-temannya. Selain itu, para penjahat mengincar akses ke jaringan perusahaan.
"Penjahat cyber mengambil keuntungan dari pengguna yang menggunakan password sama untuk semua akun (seperti Facebook, Gmail, Corporate SSL VPN, dan Outlook Web Access). Kesempatan ini digunakan penjahat cyber untuk masuk ke dalam jaringan perusahaan," jelas Seculert.

Facebook sendiri telah mengatakan bahwa setiap harinya mereka memblokir 600.000 login dari akun yang terdeteksi sudah terinfeksi. Jumlah tersebut hanya sedikit dibandingkan jumlah pengguna Facebook yang login setiap hari, yaitu 1 miliar login per hari.
Facebook mengatakan, kurang dari 4 persen konten Facebook adalah spam dan kurang dari 2 persen pengguna akun Facebook yang melihat spam setiap hari. Hal ini masih jauh dengan e-mail yang 89,1 persennya adalah spam.

Untuk menghindari virus dan spam, cara sederhana yang selalu bisa dicoba adalah menggunakan password yang unik dan memiliki password yang berbeda-beda untuk akun yang berbeda-beda pula. Penggunaan antivirus yang update juga membantu mengurangi risiko terinfeksi.
 

Rabu, 04 Januari 2012

kebohongan wanita di facebook

 

Tidak semua wanita di facebook jujur, ada wanita beneran bahkan ada juga wanita jadi jadian, wkwkwk... Inilah macam-macam kebohongan wanita di facebook. Banyak hal yang bisa Anda lakukan di Facebook. Tidak hanya sebagai wadah bersosialisasi, situs jejaring sosial ini juga bisa dijadikan tempat untuk memantau dan memengaruhi orang lain. Menurut beberapa pria, seperti yang dikutip dari foxnews.com, wanita bisa memanfaatkan Facebook, tidak hanya dalam hal positif, tapi juga hal negatif. Salah satunya jika terkait masalah hubungan dengan lawan jenis. Berikut opini beberapa pria yang membeberkan hal mengejutkan yang bisa dilakukan wanita di Facebook.
→ Membuat Profil
Palsu Untuk Menguntit Mantan Pacar Hal satu ini mungkin tampak sedikit ekstrem. Tapi, banyak wanita sengaja membuat profil palsu untuk bisa memantau mantan pacar tanpa diketahui pasangannya. Daripada menelepon atau mengirimkan sms, sekadar menulis “Apa kabar?” di wall Facebook, cara ini memang lebih aman.
→ Memanipulasi
Penampilan Menurut pria, tidak sedikit wanita yang sering memasang foto di Facebook untuk menampilkan citra diri yang tidak sesuai realitas. Dalam foto-foto mungkin ingin terlihat lebih seksi dan berani atau sebaliknya, dan berlawanan dengan kenyataan. Hati-hati, hal ini bisa menjadi bumerang buat wanita.

SEJARAH BERDIRINYA FACEBOOK

facebook adalah website jaringan sosial dimana para pengguna dapat bergabung dalam komunitas seperti kota, kerja, sekolah, dan daerah untuk melakukan koneksi dan berinteraksi dengan orang lain. Orang juga dapat menambahkan teman-teman mereka, mengirim pesan, dan memperbarui profil pribadi agar orang lain dapat melihat tentang dirinya.

Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School diluncurankan pertama kali pada 4 februari dan awalnya hanya untuk siswa Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League.

Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat email universitas (seperti .edu, .ac.uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs ini.

Selanjutnya Facebook dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan dengan alamat email apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Facebook menemui masalah dalam beberapa tahun terakhir seperti pemblokiran pada negara Suriah, Iran dan beberapa tempat kerja agar para pekerja tidak menyalahgunakan waktu kerjanya untuk membuka Facebook. Dan masalah tentang tuduhan bahwa Zuckerber mencuri kode program dari teman-temanya untuk membuat Facebook.

Facebook juga pernah ditawar oleh yahoo senilai $ 1 miliar dan kemudian oleh seorang anggota dewan Facebook, menunjukkan bahwa Facebook internal valuation adalah sekitar $ 8 miliar berdasarkan proyeksi pendapatan sebesar $ 1 miliar pada tahun 2015.

Peringkat Facebook saat saya tulis artikel ini menempati urutan ke 6 situs yang paling banyak di akses di indonesia dan urutan ke 5 untuk seluruh dunia.


Photobucket
*Kantor Facebook

Berikut data mengenai facebook:

Founded : Cambridge, Massachusetts(February 4, 2004)

Headquarters : Palo Alto, CaliforniaDublin, Ireland (international headquarters for Europe, Africa, Middle East)

Key people : Mark Zuckerberg (Founder and CEO), Dustin Moskovitz (Co-founder), Sheryl Sandberg (COO), Matt Cohler (VP of Product Management), ChrisHughes (Co-founder)

Revenue : 300 million USD (2008 est.)

Net income : 47.4 million USD (2007 est.)

Employees : 700 (November 2008)

Website : facebook.com

Type of site : Social network service

Advertising : Banner ads, Referral marketing

Registration : Required

Available in : Bulgarian, Catalan, Chinese (simplified), Chinese (Hong Kong), Chinese (Taiwan), Croatian, Czech, Danish, Dutch, English (American),English (British), English (Pirate), Filipino, Finnish, French, German, Greek, Hungarian, Indonesian, Irish, Italian, Japanese, Korean, Malay, Norwegian, (bokmål), Polish, Portuguese (Brazilian), Portuguese (European), Romanian, Russian, Serbian, Slovene, Spanish (Castilian), Swedish, Thai, Turkish,Vietnamese, Welsh